ANNYEONG ^^ karna minat kami ada pada bidang menulis dan k-pop, maka kami membuat satu grup yang penuh dengan fanfiction .. Semua boleh membaca, dont be a silent readers pleaseee~.
RSS

Senin, 28 November 2011

2nd CHANCE" PART 2

HAAAI :) akhirnya author yang hampir putus asa ini kembali lagi -.- maafin ya karena udah lama banget ga posting.
ini semua karna komputer author yang lagi rusak. tapi author janji bakal nerusin fanfic ini sampe tamat :)
yaudah deh, smoga ga basi ya, cekidot~ ^^





part 1 --->    http://www.facebook.com/note.php?saved&&note_id=10150215859898059#!/note.php?note_id=10150215859898059




2nd CHANCE




LEE SUNGMIN
KIM JEO EUN
LEETEUK





---------------------------








-KIM JEO EUN POV-

BLAAM~~ suara pintu yang menggema saat kubanting dengan tidak berperikemanusiaan . Aku tak peduli umma akan menghukumku karena ia harus membeli pintu baru.
“ aaaaargh . ME NYE BAL KAN “ erangku dengan penekanan di setiap suku katanya. Aku mengacak rambutku frustasi . aku sangat kesal hari ini . bagaimana tidak ? pelayan menyebalkan itu ngotot mengantarkanku pulang ke rumah karna ia menganggap aku sedang mengalami depresi berat =w= dan bisa ditebak, saat ini ia sedang berkoar koar di ruang tamu, menceritakan semua hal yang dilihatnya pada umma-ku . haaah . . bagaimana ini ? aku tak mau dimasukkan rumah sakit jiwa karna dianggap sinting oleh umma-ku sendiri .





Tok . . tok . . tok . .

“ jeo eun-ah bukakan pintunya, ini umma “
“ ne . . “ dengan malas malasan aku menyeret kakiku untuk melangkah menbukakan pintu yang err. . sudah agak miring karna perlakuan nista dariku .

terlihatlah diambang pintu seorang wanita paruh baya dengan ekspresi yang samasekali tidak dapat digambarkan author (?). baru saja ia hendak membuka mulutnya untuk memulai ceramah siraman rohani yang sangat panjang x lebar x tinggi . namun sebelum semua itu terjadi, aku buru buru memotongnya .

“ aku tak mau membahasnya umma ! “
Aku memutar badanku 180 derajat lalu kembali berjalan gontai menuju ranjangku dan membenamkan kepalaku diantara tumpukan bantal.

“ baiklah . . umma tidak akan membahasnya. Umma hanya akan memberitahumu sesuatu “
Mendengar suaranya yang lembut, aku jadi tidak tega untuk mengacuhkannya .
“ mwo ? “
“ sore ini umma akan berangkat kerumah nenekmu dan menginap disana, mungkin sampai berminggu minggu karna nenekmu sedang sakit. Kau tak apa kan umma tinggal sendirian ? “
“ hhh~ ne, gwenchana “
“ ingat, jangan sampai bangun terlambat, jangan lupa belajar,dan jangan bukakan pintu untuk orang asing, arraseo ? “
“ ne, umma, arraseo “



Umma mengacak kecil rambutku dan mengecup keningku sekilas sebelum akhirnya pergi seraya menutup pintu kamarku, dan-- ASTAGA !!

“ K-K-KAU ?? LEE SUNGMIN ?? “








-----------------------------------------









-AUTHOR POV-



“ K-K-KAU ?? LEE SUNGMIN ?? “ jeo eun membelalakkan matanya selebar lebarnya hingga terkesan bola matanya hampir copot saat melihat pemandangan di balik pintu kamarnya. Logikanya tidak dapat menerima dan mempercayai keberadaan sesosok namja yang sudah tidak asing baginya , namun matanya seakan menentang logikanya . karna memang kenyataannya , makhluk yang mengaku bernama lee sungmin itu kini berada di hadapannya .


“ senang bertemu lagi denganmu, jeo eun-ah “ sapanya tanpa senyum, tanpa intonasi, dan tanpa antusias sedikitpun , melainkan dengan ekspresi datar sedatar datarnya



“ bagaimana bisa kau ada di kamarku, hah ? “
“ . . . . . “ -> hening
“ kau ini sebenarnya apa ? “
“ dia arwah . . “ sahut suara lain . entah sejak kapan, arah jam 11 dari jeo eun berdirilah seorang namja, namun sepertinya dia bukan namja sembarangan . karna ia memiliki sepasang sayap putih bersih yg indah di punggungnya .






“ si-siapa kau ? bagaimana bisa kalian disini ? apa mau kalian ? “
“ jeongmal mianhae jeo eun-ah. Kami telah membuatmu terkejut. Namun harus kau tahu bahwa aku tak ada niat jahat sedikit pun padamu. Aku hanya ingin minta bantuanmu “ ucap sungmin masih dengan ekspresi datarnya

“ kau ini sebenarnya apa ? kau, melayang ?? “

“ biar kujelaskan. Aku adalah angel penjadwal kematian. Panggil saja leeteuk. Tugasku adalah mencabut nyawa orang-orang baik dan berhati suci. Sekitar seminggu yang lalu aku mempunyai jadwal untuk mencabut nyawa seorang anak laki laki. Awalnya, aku telah merencanakan semuanya dengan baik,. Aku mengatur agar anak itu mati tertabrak mobil. Sebagai seorang malaikat aku dapat melihat takdir seseorang hanya dengan menatapnya. Saat aku melihat anak itu, aku tahu bahwa ia seorang yatim piatu, dan saat itu ia sedang pergi mencari uang untuk membeli susu adiknya yang masih kecil. “ leeteuk menghela napas berat sebalum akhirnya melanjutkan perkataannya .



“ aku merasa iba dan dengan sangat terpaksa aku mengarahkan mobil itu kearah lain yang disayangkan ternyata malah menabrak namja yang kini ada dihadapanmu “ timpal leeteuk dengan menundukkan wajahnya .

Entah mengapa perlahan lahan jeo eun merasa luluh dengan sungmin yang kini hanya menunduk dengan tatapan kosong . tak ada salahnya juga kan menolong ‘orang’ lain ?




“ apa maumu ? “ suara jeo eun memecah keheningan
“ tolong bantu aku mengembalikan ragaku . . “
“ kalau aku tak mau ? “
“ kau akan mendapat kesialan seumur hidupmu. Ini takdirmu, dan ini kewajibanmu karna secara tidak langsung kau telah terjebak dalam suatu perjanjian yang mengikat sejak pertama kali menyentuh tangan sungmin. Tahukah kau ? kaulah satu satunya manusia yang dapat menyentuh sungmin saat pertemuan awal kalian. Dan sentuhan pertama itu sama saja dengan kekuatan dan harapan baru untuk sungmin “ sergah leeteuk

Jeo eun kembali memandang leeteuk dengan tatapan seolah meminta penjelasan lebih, lebih, dan lebih . . .




“ apa yang harus kulakukan ? “
“ kau harus membuat yeoja yang dicintai sungmin juga menyatakan perasaan cintanya pada sungmin dengan tulus. Dan kau hanya mempunyai waktu 14 hari untuk itu. Oiya, sebagai imbalan kau telah membantu sungmin, kau boleh mengucapkan 3 permintaanmu padaku . . “

“ ta-tapi kenapa kau memilihku ? kenapa harus aku ? “
Lagi lagi leeteuk menghela napas sebelum menjawab pertanyaan jeo eun .

“ karna kau memiliki jiwa pengorbanan. Kau, cintamu, dan jiwamu telah membuat orang lain rela berkorban nyawa untukmu. Dan seperti hukum alam. Harus ada timbal balik. Kini saatnya kau berkorban untuk orang lain. Lagipula dengan melihat takdirmu, aku yakin kaulah orang yang sangat tepat untuk sungmin ”

Jeo eun meresapi setiap perkataan sang angel. Ia jelas jelas tau siapa orang yang dimaksud leteuk rela berkorban untuk dirinya.

“ sudahlah . . nampaknya hari ini sangat melelahkan bagimu. Kau butuh istirahat. Kita lanjutkan nanti malam saja. Tidurlah . . . “
Seperti sihir, saat leeteuk menyentuh bahu jeo eun dan mencoba merebahkannya, kantuk berat mulai menyerang alam sadarnya, dan ia mulai tertidur secara perlahan.

“ heechul oppa . . .” racau jeo eun dengan lirih saat kesadarannya menghilang, namun ternyata tak cukup lirih untuk dapat didengar oleh leeteuk dan sungmin . . . .



-----------------------------------------

tobecon ~



aaaakhirnya ng'post part 2 juga ^^ untuk part selanjutnya, doakan bs diposting secepatnya ya. saran & kritik sangat diharapkan.
seperti biasa~ yang uda baca WAJIB TINGGALKAN JEJAK . KOMEN & LIKE !!
awass kalo engga !! *ngasah golok*







LEE SUNGMIN
ANGEL LEETEUK





Annyeong ^^
fanfic  "2nd chance" ini bikinan admin Jeo Eun ^^ nah berhubung admin yang satu ini agak evil, maka fanfic ini TIDAK AKAN dilanjutkan kalau tidak ada yang meninggalkan komentar.
Jujur, para admin disini sebel banget waktu tau jumlah kunjungan banyak meningkat tapi tidak ada yang meninggalkan jejak :(
DONT BECOME SILENT READERS PLEASEEEEE~~~

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2nd CHANCE" PART 1

CAST  :

LEE SUNGMIN  
KIM JEO EUN   
EUNHYUK    
PARK HYOMIN   

- - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - -





-KIM JEO EUN POV-





                        “Vincy aiseukeurim café? Hmm.. nama yang aneh” gumamku saat melihat papan kapur yang dipajang di depan sebuah toko ice cream. Sebenarnya aku sudah tak asing lagi dengan toko ini. Hanya saja aku tak pernah sempat untuk mengunjunginya karena aku dan sahabatku, eunhyuk selalu bertengkar adu tempat favorit saat kami hangout bersama -.- dan sudah bisa ditebak kalau akulah yag selalu kalah..
                        Aku sangat tertarik dengan arsitektur bangunannya yang didominasi oleh warna pink dan bergaya klasik sehingga terkesan seperti rumah boneka.
Tanpa pikir panjang lagi aku langsung membuka pintu café dan dan melesat masuk kedalam. Aku sengaja memiih tempat duduk di sudut ruangan dekat jendela agar bias menikmati suasana café yang sepi.  Sepi ? ya, tentu saja.. hari ini angin sangat kencang dan dingin. Aku tak peduli orang menganggapku aneh karna memakan ice cream di hari yang dingin -.- pasalnya, sebagai pecinta ice cream aku sangat tergoda dengan display ice cream yang dipajang di depan café.

“annyeong .. silahkan lihat daftar menunya..” seorang pelayan namja bartubuh jangkung menyodorkanku daftar menu. Tapi aku sama sekali tak tertarik untuk membuka dan melihat daftar menu itu..

“aku pesan satu ice cream yang paling lezat disini..” ucapku sembari menyodorkan daftar menu tanpa melirik isinya sedikitpun
“oke tunggu sebentar ..”


                        Aku mengedarkan pandanganku keseluruh penjuru café.  Ternyata hanya ada 5 orang pengunjung disini termasuk aku. Ada seorang yeoja yang masih berseragam sekolah, seorang ajusshi yang nampaknya baru pulang kerja, dan seorang ibu yang sedang sibuk menyuapi anak lelakinya ice cream .


“chocolate ice cream with blueberry pasta and hazelnut datang …” ucap pelayan tadi sambil menaruh semangkuk ice cream besar di hadapanku.
“ ne, gamsahae,,”


1 detik
2 detik
5 detik
10 detik

Aku masih diam tak bergeming memandangi ice cream itu. Entahlah … kurasa ice cream ini sedingin hatiku saat ini . ya …. Hatiku beku semenjak 2 tahun lalu . hatiku yang slalu kututup rapat rapat semenjak kepergiannya . dan tak bisa kupungkiri  bahwa saat ini aku sangat merindukannya . andai saja saat ini dia masih hidup dan bisa menikmati ice cream ini bersamaku . . .

“kenapa hanya dipandangi saja ? kenapa tak dimakan ? nanti keburu meleleh lho . .”

“eh..err.. ne” aku tergeragap saat kudengar suara lembut seorang namja menyapaku . hampir saja aku melupakan ice cream ku.
Tanpa basa basi lagi aku langsung melahap ice cream dihadapanku yang hampir meleleh . hmm… ternyata ini sangat enak

“ehem !! boleh aku duduk dsisini ? “

“uhuk.. ah iya, tentu saja”
Aisssh.. dasar pabo



“ah gomawo. . kau sendirian saja?” ia menarik kursi dan duduk di hadapanku
“ne . kau sendiri?”
“sama . sebenarnya aku menunggu seseorang . . eh, apa kau sanggup menghabiskan ice cream sebanyak itu? “
“ tentu saja . aku sangat suka ice cream” jawabku riang



Reflex . aku seperti tertarik untuk mencuri curi pandang pada namja ini . kuperhatikan seluk beluk penampilannya . mata hitam kecil cemerlangnya yang seperti mata kelinci , rambutnya yang sehitam kayu ebonite , hidung mancung rampingnya , bibir merah tipisnya , dan kulit putih bersihnya yang agak pucat membuatnya terlihat sangat manis . . . akh, apa yang kupikirkan ?



“apa penampilanku terlihat aneh hari ini ? “
“ a a aniyo”
“hahaha . kau lucu sekali . lihatlah, wajahmu memerah hahaha . .”

Aaargh sial !! pabo pabo pabo !! >

“apa kau tidak takut sakit ? “

DEG. .

Seketika ia berhenti tertawa dan menatapku tajam. Ah, kata katanya itumengingatkanku dengan kejadian 2 tahun lalu .
“maksudmu ? “
“kenapa kau makan ice cream di cuaca dingin seperti ini ? apa tidak takut flu ? “
“ti tidak ! aku hanya sedang ingin saja” jawabku sekenanya .
“ apa ice cream nya sangat enak ? “
“ne, tentu saja . eh, apa kau mau ice cream juga ? biar kupesankan ya ? “
“ tidak !! jangan !! aku tidak bisa makan ice cream “ tiba tiba ia tertunduk lesu
“ hah? Kenapa tidak bisa makan ice cream? ”
“maksudku, aku hanya tidak ingin merepotkanmu saja . .”
Astaga !! dia tersenyum padaku… aaah apakah dia tau kalau dia itu sangat manis >

“siapa namamu agasshi ? “
“kim jeo eun imnida . kau ?
“lee sungmin . . mari berteman , . ?”
“ne, tentu saja ! “
Dia mengulurkan tangannya dan tanpa ragu aku menyambutnya .. namun . . .

“ aww ..” dia memekik keras saat aku hendak menyalami tangannya
“waeyo ? gwenchana ? apa aku menggenggam tanganmu terlalu kasar ? atau aku tak sengaja menginjak kakimu ? “ aku melongokkan kepalaku ke kolong meja lantaran khawatir tak sengaja menginjak kakinya .

“aniyo . maaf telah membuatmu khawatir” dia mengangkat bahuku dan membuatku berhadapan persis dengan wajahnya .

“hm. .. mianhae . sepertinya aku harus pergi sekarang . sampai ketemu lagi jeo eun-ah. annyeong“
“oh baiklah… annyeong”
Aku melihatnya berjalan pergi menuju pintu dan tersenyum adaku sebelum ia benar benar menghilang di tengah kerumunan orang orang di luar sana . sebenarnya sih aku sedikit kecewa dia pergi L

“agasshi . . apa kau baik baik saja ? “ tiba tiba pelayan tadi menghampiriku
“ne, gwenchana . ada apa ? “
“apa kau sedang mengalami depresi? “
“aniyo ! apa maksudmu ? “
“sedari tadi kami perhatikan agasshi berbicara sendiri disini . . .”





T.B.C








Yaaah segitu dulu ya ? -.-
maaf banget kalo mengecewakan, karna otak author lagi butek :P
tapi tenaaaang ~ ini kan baru part 1
maka dari itu saya selaku author sangat memohon kritiknya, ne ?
gomawo :D

*terjun ke jurang*

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

"2nd CHANCE" {FF} SINOPSIS

hai !! :)
kembali lagi bersama saya, author labil yang berbakat :D
kali ini aku bikin fanfic yang agak beda, mudah mudahan aja sih ga jadi aneh -.-

sebenernya ini fanfic sekuel dari "BELIEVE IN YOUR PROMISE" . jadi,, ada baiknya aku bikin sinopsisnya dulu barangkali ada yang gak nyambung :P #plakk



                                                   *****

Peristiwa tragis lantaran ditinggalkan oleh namja yang paling berarti di hidupnya membuat hatinya menjadi dingin dan mati rasa.Hal menyakitkan   inilah yang dialami seorang yeoja bernama KIM JEO EUN. Namun semuanya berubah ketika sesosok arwah namja manis bernama LEE SUNGMIN hadir 'mengusik' hari harinya. Arwah yang tak bersalah itu meminta bantuan pada jeo eun agar ia bisa mendapatkan kehidupannya lagi. Semua ini akibat kecerobohan dari seorang malaikat yang biasa dipanggil LEETEUK. Akankah muncul perasaan khusus antara jeo eun dan sungmin ? berhasilkah usaha mereka untuk mendapatkan kehidupan sungmin lagi ? dan apakah jeo eun akan melewatkan kesempatan keduanya untuk dapat mencintai lagi ?








tunggu jawabannya setelah author ng'post ff nya :p hahahah
(readers: sinopsis yg aneh -.-)

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

My Everything


Main cast :
• Park Jungsoo / Leeteuk “SJ”
• Lee Donghae “SJ”
• cha Seo Jin
• Lee Dong Hwa donghae’s hyung

Other cast :
• Other member SJ



-Donghae pov-

“ You’re my everything
Nothing your love won’t bring
My love is yours alone
The only love i’ve even know
Your spirit puls me through
When nothing else will do
Every night i pray
On bended knee
That you will always be MY EVERYTHING “

Lagu ini adalah lagu yang sengaja aku ciptakan untuk seorang yeoja yang sangat aku sayang.

“ oppa annyeong!!!” “ Kau sedang apa? ” tanyanya padaku
“ aku .. ah anhi, aku hanya .. ah tidak apa-apa! “ jawabku pada yeoja yang bernama Seo jin itu sambil menyembunyikan kertas yang berisi lirik dari lagu yang aku nyanyikan tadi.
Ya, yeoja yang bernama cha seo jin itu adalah yeoja chinguku. Aku sudah berpacaran dengannya hampir 3 tahun.
“oppa, ayo beritahu aku apa yang sembunyikan itu?” rengeknya padaku. Rengekanya membuatku binggung dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
“anhi, ini hanya lyric lagu yang harus aku nyanyikan di super show nanti.”
“seo jin-ah!”
“ne..”
“Apakah kau lapar?”
“ne... tapi aku lebih ingin makan es krim siang ini...” jawabnya manja. Aku lega, dia tidak mempermasalahkan soal lirik itu lagi.
“ah, aku tahu sebuah kedai es krim baru di jeollanam saat pergi bersama eunhyuk kemarin, mau mencobanya?”
“uuhmm, baiklah! tapi,,,!!”
“tapi apa??”
“apakah kau tidak sibuk? Sepertinya kau memiliki banyak jadwal hari ini..”
“gwaenchana,,, aku sudah mengosongkan jadwalku hari ini khusus untukmu”Aku menarik tangannya dan membawanya keluar dari ruang tunggu.

-Donghae pov end-

-Seo jin pov-

aku berniat memeluk namja chinguku dari belakang, tapi ternyata dia sudah mengetahui keberadaanku jadi aku putuskan untuk hanya menyapanya.
“oppa, annyeong!!” “kau sedang apa?”
“ aku .. ah anhi, aku hanya .. ah tidak apa-apa!” dia memberikan jawabann yang tidak biasa, apa yang sedang dia sembunyikan?.
Uhh, babo namja! dia benar-benar tidak pandai berbohong. Mengapa dia mengatakan itu adalah lirik lagu yang akan dia bawakan di super show 4, padahal dia tahu, aku mengetahui kecerdasannya dalam menghafal.

“seo jin ah, apa yang kau pikirkan? Kau membuatku khawatir.. ”
“ne?? Apa yang baru saja oppa katakan?”
“ tuh kan....kamu mengacuhkanku!! Apa kau baik-baik saja?” donghae mencubit pipiku mencoba mencairkan suasana mobil yang tegang.
“ ah..mengapa kau mencubit pipiku, sekarang aku jadi sakit karenamu!” aku berusaha menyingkirkan rasa penasaran itu dan menjawab candanya.
“ oh, benarkah?? Baiklah kau boleh membalasku sekarang” donghae memiringkan kepalanya sambil tertawa keras.
“uuuhh,,,, nappeun oppa...” aku mencubit pipinya dengan sangat keras.
“ aahhh,,,, ternyata yeoja ku masih memiliki banyak tenaga saat sakit” katanya sambil tertawa keras.
“ sudahlah menyetirlah dengan baik, aku tidak ingin kita berakhir di rimah sakit”
“tentu saja aku akan membawamu dengan selamat”

Oppa, kau benar-benar namja chingu yang terbaik. Mana mungkin aku bisa mencurigai seorang namja sebaik dirimu.

-Seo jin pov end-

-Author pov-

Mobil donghae berhenti didepan sebuah kastil bercat pink dengan bunga mawar menyelimuti seluruh bangunan kastil itu. Donghae membukakan pintu untuk seo jin.
“silakan tuan putri seo jin..” ucapnya sambil mengulurkan tangannya dan memberikan senyum termanisnya kepada seo jin.
Seo jin menyambut uluran tangan donghae dan beranjak keluar dari mobil. Baru selangkah ia berjalan donghae jatuh pingsan dengan menggenggam tangan kanannya.
“oopppa........” “ tolong oppa-ku.....siapa saja tolong bantu kami!!” seo jin sangat panik mengetahui hal itu. Namun tak seorangpun yang datang membantu, karena memang disana tidak ada seorangpun kecuali mereka.

-Author pov end-
-Seo jin pov-

Apa yang harus aku lakukan. Tiba-tiba oppa jatuh tak sadarkan diri saat kami berjalan menuju kedai es krim itu.
“oppa, mengapa hal ini bisa terjadi padamu!” aku tidak tahan melihatnya terbaring lemah dihadapanku. Air mataku jatuh diatas kemeja yang ia pakai saat ini.
“oppa, bangunlah... apa yang harus aku lakukan...” air mataku tidak bisa berhenti mengalir.

True love, it’s true love. Handphone oppa berbunyi. Aku mengambilnya dari sakunya dan mengangkatnya.
“yeoboseyo?” ucapku mengawali pembicaraan.
“ hyung???donghae hyung??” aku mendengar suara kyuhyun dari seberang.
“ kyuhyun oppa,, dowa....uriga dowa juseyo....”aku memohon pada kyuhyun.
“nuguseyo??kemana donghae hyung?” benar, dia tidak mengenaliku. Aku memang tidak pernah bertemu dengan kyuhyun sebelumnya.
“mianhae, aku seo jin. Pacar donghae, dan sekarang donghae oppa sedang jatuh pingsan di kedai es-krim di jeollanam”
“dowa juseyo..”lanjutku,
“mwoga???donghae hyung pingsan? Baiklah, aku akan menyusul kalian”

-Seo jin pov end-

-author pov-

Kyu hyun sampai di kedai es krim yang dimaksud. Ia mencari keberadaan donghae dan yeoja yang bersama donghae. Di salah satu lapangan luas itu, dia menemukan mobil donghae dan seorang yeoja yang sedang memeluk namja yang pingsan. Ia segera berlari kearah mereka.
“apa yang terjadi?”kyuhyun bertanya pada seo jin .
“ mollayo, dia pingsan saat berjalan menuju kedai es krim ini” seo jin menjawab pertanyaan kyu hyun dengan air mata yang terus mengalir.
“kyu hyun oppa, tolong bantu donghae oppa..”
“baiklah, ayo kita bawa dia ke rumah sakit”
“ne..”

Seo jin mengikuti kyuhyun masuk kedalam mobil kyuhyun. Mereka segera meluncur ke rumah sakit.

-Author pov end-


-kyu hyun pov-

“apa yang terjadi?”aku bertanya pada yeoja yang sedari tadi memeluk donghae hyung sambil menagis.
“ mollayo, dia pingsan saat berjalan menuju kedai es krim ini” yeoja itu menatapku dengan matanya yang basah karena air mata. Ah, ini pertama kalinya ada yeoja yang menangis padaku.
Aish, apa yang aku pikirkan, donghae hyung sedang pingsan. Mengapa aku memikirkan hal yang tidak-tidak.
“baiklah, ayo kita bawa dia ke rumah sakit”
“ne..”

Aku tidak menyangka donghae hyung memiliki penyakit yang bisa membuatnya pingsan. Aku pikir ia selalu sehat selama ini. tapi yang paling aku tidak mengerti, sejak kapan hyung memiliki yeoja chingu secantik dia. Bahkan dia tidak menceritakannya padaku.
Sepertinya gadis itu benar-benar mencintai donghae hyung. Dia menangis sambil memeluk erat donghae hyung seperti takut akan kehilangan kekasihnya. Ah, seandainya semua gadis seperti dia.

-Kyuhyun pov end-

To BE Continued....

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rabu, 26 Oktober 2011

Saranghaeyo Bada part 2



* micha
* bada
* donghae
* umma donghae
* appa donghae
* member suju


“yoon ah ssi, uri donghae akan mengabulkan permintaanmu. terima kasih telah bergabung dengan kami di SUPER JUNIOR KISS THE RADIO,bye” sinyal yang menghubungkan kami dengan yoon ah sudah terputus.
“okey, sepertinya malam ini cukup satu penelpon saja karena kita akan mendengarkan seubuah rahasia besar milik uri donghae”
“bahkan aku sebagai couplenya belum tahu hal ini”
“ya, donghae ssi, apakah kau lebih menyayangi bada daripada aku?”tanya eunhyuk padaku. Kami memang dikenal sebagai eunhae couple, para fans yang membuatnya, mungkin karena aku paling dekat dengan eunhyuk daripada member suju lainnya, tapi mungkin juga karena peran kami di mini drama.
Aku tak tahu pasti alasan mereka memasangkanku dengan eunhyuk.
“uhmmm, aku pikir iya..” jawabku
“ya! Kau tidak boleh masuk kamar nanti malam, ” eunhyuk mengancamku. Tapi hal itu bukannya membuatku takut tapi malah membuatku tertawa melihat expresinya.
“ sudahlah, apakah kalian nggak malu dilihat banyak fans..”sungmin menengahi ‘pertengkaran’ kami.
“baiklah, sebelum kita mendengarkan cerita donghae, kita dengarkan dulu lagu dari album kelima kami, “Good Friends”.


“ Dalam sejarah hidupku, tertulis sebuah nama yang pernah mengisi setiap halaman hidupku. Aku tidak yakin meletakkannya diposisi mana, tapi aku menyayanginya seperti bada. Nama itu adalah micha. Anak dari seseorang yang telah menyelamatkan nyawa ayahku dan orang yang membuatku menjadi anggota super junior.
Saat kecil aku tidak menginginkan pekerjaan ini. Aku tidak pernah suka dengan dunia hiburan korea. Dulu yang kupikirkan hanyalah bagaimana menjadi seorang atlit sukses. Meski appa terus memintaku untuk menjadi penyanyi untuk meneruskan impian appa yang pupus saat ia muda dulu. Tapi aku merasa aku tidak bisa meninggalkan impianku yang telah ku bangun selama ini. Sampai akhirnya appa menderita sakit yang cukup parah.”aku memulai kisahku.


Annyeong haseyo.....annyeong haseyo.....ah, dari micha
“yeoboseyo...”
“donghae-ah, pappeumnikka?” (sibuk???)
“anhi, aku hanya sedang berlatih, waeyo, mengapa suaramu seperti itu, apa kau menagis??”
“donghae-ah, temani aku...”
“ara(ya)! Tunggu aku disana ne, jangan pergi kemana-mana”
“gomowo donghae-ah”

pasti dia pergi ke pantai, aku tak tahu masalah apa yang sedang dia hadapi saat ini. Tapi setiap mendapatkan masalah kami akan pergi ke pantai karena menurutnya, dengan pergi kepantai dia bisa berbicara dengan ibunya yang entah dimana.
Meski ku tahu dia adalah orang yang kuat, tapi selalu ada rasa khawatir yang menyelimuti perasaanku. Aku tak mau kehilangan sahabat yang berharga seperti dia.

“umma, aku akan pergi kepantai bersama micha” meminta izin saatakan meninggalkan rumah adalah kebiasaanku. Tanpa izin, aku takkan bisa pergi dengan tenang.
“ne, hati-hati..”balas umma,


“micha.....”teriakku kepada sosok gadis berkaos biru shapire yang sedanng duduk di pantai. Gadis itu menoleh sebentar kemudian memendam kepalanya diantara kedua kakiknya.
“donghae, kenapa ini semua harus terjadi padaku...”dia menangis saat aku berada di sisinya.
“whaeyo, apa yang terjadi?”
“ eommoni,,eommoni,,,”
“whaeyo,neoui eommoni?”(ada apa dengan ibumu?)
“eommoni,,,dia,,,dia meninggalkanku, untuk selamanya”tangisnya semakin kencang.
mwo??, jeongmalyo?. Aku tak percaya dengan yang kudengar saat ini. Belum lama ini micha ditinggalkan oleh umma tercintanya karena perceraian kedua orang tuanya. dan sekarang dia ditinggalkan ummanya untuk selamanya.

“menangislah micha, gwaenchanayo, aku juga akan melakukan hal yang sama ketika hal ini terjadi padaku”aku berusaha untuk menghiburnya.
“seharusnya dulu aku memilih ikut dengannya agar aku bisa melihatnya untuk terakhir kalinya. Pabo saram..”
“sudahlah, kau tidak perlu menyesalinya. eommoni pun pasti tidak ingin kau menjadi anak yang lemah, jadilah gadis yang kuat seperti biasanya dan berikan hadiah yang terbaik pada eommoni.”
“ne, gomowoyo donghae-ah, kau adalah sahabat terbaikku”
“chonma”
Hari mulai gelap, kurasa saat ini hati micha sedang segelap langit malam ini. Tak ada satupun bintang yang tampak. Tapi ku yakin, meski bukan saat ini, akan banyak bintang yang akan membantunya untuk kembali cerah.


“donghae, mengertilah, kau tahukan tak ada orang tua yang tega membuat anaknya sengsara. Jadilah seorang penyanyi, dan hiduplah dengan baik di seoul”
“appa, aku tidak bisa melakukan itu. Appa tahu kan seberapa besar rasa benciku pada dunia hiburan. Apakah appa mau hidupku berakhir tanpa seperti mereka”
Saat itu, aktris-aktris dan idol korea banyak sekali yang mengakhiri hidup mereka dengan cara yang tragis karena masalah gaji, perbudakan oleh agensi, dan hal-hal lain yang membuatku muak dengan dunia hiburan ditanah airku.

“appa, tolong biarkan aku memilih jalan hidupku sendiri, akan ku berikan yang terbaik untuk appa, meski tidak dengan menyanyi, aku berjanji appa” ucapku sambil berlutut dihadapan appa.
“ aku tidak menginginkan apapun dari mu, kecuali kau pergi dan bernyanyi untukku”

Aku hanya bisa diam mendengar jawaban yang keular dari mulut appa. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini, hingga akhirnya kuputuskan untuk pergi agar tidak menimbulkan keributan lagi. Kukirim sebuah pesan singkat untuk micha

Micha-ah pergilah kelaut.


Aku mencari sosok micha, tapi yang kutemukan malah seekor anjing yang kutemui setiap aku pergi kepantai ini. Entah apa yang dia lakukan disini, aku tidak peduli. Aku hanya memfokuskan mataku untuk mencari sosok micha. Ah, sosok yang kucari akhirnya berhasil kutemukan. Dia melambai-lambai padaku di dekat bukit karang. Aku segera berlari menghampirinya tanpa mempedulikan apa yang dilakukan anjing tadi.

“whaeyo donghae-ah? Apakah kau berdebat dengan appa lagi?” tanyanya sambil mengambil tempat disalah satu sudut bukit karang.
“yah begitulah. Kali ini aku tunjukkan kesungguhanku dengan berlutut dihadapan appa, tapi sepertinya apapun yang kulakukan tidak akan pernah mengubah keputusannya” Kataku mulai menceritakan perdebatanku dengan appa tadi.
Micha adalah sahabat yang baik, dia selalu mendengarkan ceritaku sampai selesai, baru setelah itu dia akan bemberikanku jalan keluar.
“donghae-ah, kau tahu, aku juga mengalami hal yang sama denganmu. Aku sangat menyukai dance, aku bercita-cita untuk menjadi seorang dancer profesional dan aku membenci profesi ayahku. Bagiku bekerja sebagai dokter adalah hal yang paling buruk. Aku akan menjumpai orang yang terluka, aku akan menjumpai orang yang hampir mati karena berbagai hal. Itu semua membuatku berpikir akan kekejaman dunia ini. Belum lagi, saat aku gagal mengobati orang yang sakit hingga orang itu meninggal. Aku akan merasa bahwa aku adalah orang yang paling jahat didunia ini karena telah memisahkan orang itu dari orang-orang yang mencintainya. Itu sebabnya aku sangat benci pelajaran biologi, karena aku berusaha menghindarinya. Aku sangat benci akan takdir yang harus ku hadapi. kamu tahukan sifat appa kita sama, nggak ada yang bisa aku lakukan kecuali menuruti kata-katanya.”dia menghela napas panjang, itu adalah masa lalu yang berat baginya.
Aku mendengarkan ceritanya dengan seksama
“sejak kau menceritakan perdebatanmu dengan appamu, aku baru sadar bahwa setiap langkah yang ku ambil pasti punya resiko masing-masing. Saat ku pilih dance, aku harus siap menghadapi kemurkaan appa, aku harus meninggalkan appa dan tinggal di seoul, dan mungkin aku akan bunuh diri karena saat aku kembali, appa belum tentu mau menemuiku. Kalau aku pilih dokter, aku harus menyelamatkan nyawa banyak orang dan siap melihat orang mati didepanku kapan saja. Tapi dengan memilih ini, aku tidak akan kehilangan orang-orang yang aku cintai.”
Aku terhenyuh mendengar ceritanya. Aish, betapa egoisnya aku, hanya memikirkan diriku sendiri. Bagaimana bisa aku kalah dengan micha yang seharusnya dia menangis kaarena masalah yang dihadapinya sangat besar.tapi dia bisa tegar dan tetap tersenyum didepanku.

“gomawo micha, aku tak tahu bahwa aku sepabo ini”
“gwaenchana donghae-ah, aku juga menyadari hal ini karena kamu”

Kami terlarut dalam pembicaraan kami hingga tak menyadari bahwa seekor anjing telah mendengarkan pembicaraan kami sejak tadi.

Guk.....guk.....aku tak tahu apa yang dia lakukan disini, aku selau melihatnya di pantai ini saat aku pergi kesini. Tapi baru kali ini dia menampakkan dirinya pada kami
“hai anjing kecil, apakah kau mengikuti kami?” micha menyapanya dengan hangat. Anjing itu membalasnya dengan tingkah yang manja, sepertinya dia sudah lama tidak mendapatkan kasih sayang pemiliknya.
“ sudah biarkan dia pergi, bagaiman jika pemiliknya mencari”
“kau ini, apakah kau tidak merasakannya, anjing ini sudah lama kesepian!”
“donghae, bagaimana jika kita memeliharanya!”dia terlihat sangat antusias sekali untuk memeliharanya.
“baiklah, kita beri nama apa dia?”
“bada, bagaimana dengan nama itu, kita bertiga kan bertemu di laut”
“nama yang bagus, annyeong bada....”
“lalu siapa yang akan membawanya? Apa kita akan meninggalkan dia disini?”.
Aku tahu, kami tidak bisa membawanya pulang karena appa kami tidak menyukai hewan. Barang siapa diantara kami yang membawa hewan ke rumah akan mendapatkan hukuman yang berat dari appa. Tapi , kami juga tidak mungkin meninggalkannya disini sendirian setelah memutuskan untuk memeliharanya. Setelah berpikir lama, akhirnya lkami putuskan untuk mengundinya dengan haepaebok(permainan gunting, batu, kertas). Siapa diantara kami yang kalah, harus membawanya pulang dan siap mendapat omelan appa di rumah.
Sepertinya hari ini adalah hari kesialanku, aku kalah dan harus membawanya pulang. Apa yang harus kukatakan pada appa saat sampai dirumah nanti. Masalah tadi belum selesai, sekarang akan muncul masalah baru lagi. Sepertinya aku benar-benar harus mengalah.


Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Saranghaeyo Bada

cast:
cast

* yoona
* donghae
* suju's member
* bada

“Annyeong haseyo, selamat mendengarkan 89.1 KBS COOL FAN, super junior king star radio” eunhyuk mulai pekerjaan rutinnya, ngeDJ di sukira

“ karena hari ini adalah hari spesial bagi super junior, jadi malam ini kita akan bersenang-senang dengan member super junior”
“Annyeong haseyo, urineun syupo junio imnida” ucap kami memperkenalkan diri.
Hari ini adalah ulang tahun super junior yang ke 6, makanya eeteuk hyung menyuruh kami datang ke SUKIRA. Kata eeteuk hyung kami harus selalu baik pada fans dan salah satu bentuk kebaikan pada fans adalah dengan berkunjung ke sukira dan menyapa para fans yang datang, karena seluruh dinding sukira terbuat dari kaca.
“sekarang saatnya fan request”
“okey, mari kita dengarkan panggilan pertama”
“annyeonghaseyo, yoon ah imnida. saengil chukhahae super junior.....aku fans berat super junior....”kata suara disebrang.
“aaaah, yoon ah ssi, annyeonghaseyo, kamsahamnida” jawab eeteuk hyung bersemangat. Dia memang selalu tampak bersemangat jika bersama fans.
“Karena hari ini ulang tahun super junior, kamu boleh request apapun dari kami, apa yang kamu inginkan? ” tanya siwon.
“nan donghae oppa neomu joahaeyo... aku melihat oppa sangat mencintai bada, apakah cintamu pada elf sebesar cintamu pada bada?”
“good request....” seru kyu hyun sambil memamerkan kehebatannya berbicara bahasa inggris dan senyum evilnya.
“cintaku pada elf sangat besar, tapi cintaku pada bada adalah giant ”jawabku jujur. Ah mianhae elf;
“waeyo oppa??”tanyanya, sepertinya dia kecewa karena aku lebih menyayangi anjingku. Tapi memang itulah yang sebenarnya.
“bada is mine, bada adalah sesuatu yang berhaga bagiku ”jawabku.
“ya,donghae ssi, siapa yang tidak tahu kalau bada adalah milikmu...”eunhyuk merespon jawaban yang kuberikan pada elf. Dia tertawa terbahak-bahak, begitu juga member lain. hhuhh, aku kan berkata jujur ~~
“aahh, oppa, arayo. Aku tahu bada milikmu, tapi apa yang kau maksud dia ”kata yoon ah. Sepertinya dia benar-benar fishies.
“benarkah kau ingin mengetahuinya?” tanya ku, aku ingin membuat mereka pernasaran. Uhhm, sebenarmya itu kulakukan untuk mengulur waktu.
“ne, beritahu kami oppa....”jawab yoon ah di ikuti sorakan para member.
“Bada is my first love, dan aku sangat menyanginya.” Kataku dengan innocent. Itu ku katakan karena kalian yang mendesakku mengatakannya.
“MWOOO???cinta pertamamu pada seekor anjing?????!!!!”taanya yoon ah kaget.
“hyung jangan bercanda yang seperti itu terhadap fans..” ryewook berbisik padaku.
“aahhh, anhiii... ini sungguh...aku ” bantahku.
“mwo???jeongmalyo?????” yoon ah mendengar pembicaraan kami.
“bisakah kau menceritakannya pada kami oppa ?, kami ingin sekali mendengarnya, benarkan oppadeul...” dia meminta dukungan member lain
“ NE!!!!!! ” jawab semua member serempak. Ah, dasar elf dan super junior memang kompak

To BE CONTINUE


Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Belive in Your Prommise part 3


















~replay part 2~
“ aku tak mau. Week “
dia menjulurkan lidahnya padaku dan berlari. Aku hendak mengejarnya, namun baru beberapa langkah berlari tubuhku ambruk. Darah keluar dari mulutku.
Aku merasakan sakit yang luar biasa di perutku. Oh Tuhan. . .  inikah waktuku? Aku sudah tak sanggup lagi. . .

---------------------------------------------


Saat kubuka mataku, kurasakan tangan kananku telah basah. Aku menoleh dan bergumam

“ oppa, kau curang ! aku tidak boleh menangis , tapi kenapa kau sendiri menangis?“   kuusap halus rambutnya, aku tak ingin membangunkannya.

Kudengar diluar kamarku ada umma dan dokter kibum sedang membicarakan keadaanku…

“kita harus bekerja keras mencarikannya donor ginjal sebelum terlambat, nyonya”

“seberapa parahkah kistanya sekarang?” umma-ku terdengar sedang menangis

“hmm.. yang kanan lebih parah. Kista-nya terlihat membengkak dan semakin ganas. Jika tidak segera dibuang maka akan mempengaruhi kerja organ lainnya”

“tak bisakah ginjal yang kanan dipotong terlebih dahulu tanpa di donor ?”

“jeongmal mianhae, nyonya. Itu sangat tidak mungkin. Karna itu berarti membiarkan hanya satu ginjal yang bekerja di tubuhnya, dan nyonya tau kan kalau ginjal kirinya juga terkena kista walaupun tak separah yang kanan”

“ohh.. anakku…”   umma memperkeras suara tangisannya.

Aku menelan ludahku dengan sangat berat. Itu berarti tak lama lagi aku akan meninggalkan dunia ini. Maafkan aku umma.. aku telah banyak merepotkanmu,, airmatamu juga terbuang sia-sia karna aku..

“ jaggiya , kau sudah sadar ? bagaimana keadaanmu ? “  aku melihat heechul oppa terbangun dan mengucek matanya
.
“ Ne, oppa . aku merasa lebih baik. Oppa, kenapa kau menangis ? kau curang ! “

“ Mianhae~ tapi aku sangat mengkhawatirkanmu jaggiya. Aku takut akan kehilanganmu”  ia menggenggam erat tanganku

“kalu begitu kau harus terbiasa. Karna sebentar lagi kau akan kehilanganku”  aku menyeringai

“ah, kau tak boleh bicara seperti itu… kita kan sudah berjanji untuk selalu bersama. Kau harus menungguku, agar kita mati bersama , hahaha “

“ aiissh oppa, kau ini ada-ada saja ! mana ada orang mati saling menunggu seperti itu. “   aku mengerucutkan bibirku

“ hahaha… sudahlah. Kau harus istirahat. Aku tinggal ya.“   ia bangkit dari tempat duduknya dan mengecup keningku dengan lembut.
Entah mengapa, berat rasanya untuk melihatnya pergi meninggalkan kamarku.

“ oppa ! “  aku memanggilnya saat ia sudah diambang pintu

“ ne ? ”
“ Saranghae . . .”
“ Nado saranghae jagiya, selamat istirahat..”
 ia tersenyum sangat manis sebelum pergi dan menghilang. Senyuman itu,, senyuman yang akan aku rindukan selamanya …


---------------------------------------------



-KIM HEECHUL POV-

Malam ini firasatku benar-benar tak enak.
Oh Tuhan. . . kenapa harus disaat seperti ini ? saat dimana aku pertama kalinya mendapatkan kebahagiaan yang tak terhingga…
Semoga setelah semua ini berakhir, aku akan merasa lebih baik.. seperti yang jeo eun pernah katakan.

“ jaggiya, maafkan aku, semoga kau bahagia … “  gumamku sambil mempercepat menulis sedangkan darah terus saja bercucuran dari hidungku .

-KIM HEECHUL POV END-



---------------------------------------------



“ kim jeo eun, aku punya kabar baik untukmu..”   tiba-tiba dokter kibum menyeruak masuk kedalam kamarku saat umma sedang menyuapiku.

“ ada apa dok ? “   aku berpura-pura memasang tampang serius

“ kau akan mendapatkan donor ginjal. Dan kau boleh melakukan operasi hari ini juga”

“ be benarkah dok ? anakku akan sembuh !! “   umma terlihat sangat senang dan memelukku. Aku pun sebenarnya juga senang, tapi kulihat ada keganjilan di wajah dokter kibum.

“ baiklah, umma akan mengurus adminstrasinya sekarang juga”   karna saking senangnya umma langsung melonjak lari meninggalkan kamar, ia lupa kalau  sedang menyuapiku. Aku hanya bisa tersenyum melihatnya. Sekarang dokter kibum lah yang menyuapiku.

“ siapa yang berbaik hati mendonorkan ginjalnya padaku ? ”  suara ku memecah keheningan

“pasien dilarang mengetahui siapa pendonornya “  jawab dokter kibum singkat

“ ohhh baiklah…. Dokter, apakah kau melihat heechul oppa ? seharian ini dia tidak menemuiku “   raut wajahku berubah muram
“ eh,.. pasien yang di kamar 135 itu ? “
“ Ne, bagaimana kabarnya ? “

“ hmm.. kudengar sekarang ia merasa lebih baik. Dia sudah pulang, ya, dia sudah pulang…. Dan , oiya, dia menitipkan surat dan alamat rumahnya padaku untuk diberikan padamu. Ini, bacalah ! Dia berpesan agar kau tak mengkhawatirkannya. Karna ia sudah merasa lebih baik sekarang… “
 dokter kibum tersenyum kaku dan memberiku sepucuk surat.

Betapa senganya hatiku hari ini. Aku mendapatkan donor ginjal, dan heechul oppa pun keadaannya sudah membaik, bahkan sudah pulang !
Kubuka surat itu dengan hati-hati dan kupahami setiap kata dari surat itu. . . .



Dear, Nae yeoja ….

Maafkan aku tidak bisa berbicara langsung padamu karna mungkin saat kau baca surat ini aku sudah tidak ada di rumah sakit ini.. aku sudah pulang ^^. Kau bisa mengunjungiku kapanpun kau mau jika kau sudah sembuh nanti. Aku menitipkan alamt rumahku pada dokter kibum. Aku sangat menginginkan kehadiranmu di rumahku.

Ah iya, sebelum aku pergi kudengar kau akan mendapat donor ginjal dari seseorang. Siapapun orang itu, pasti ia sangat baik hati ya :p Aku sangat senang dengan berita itu. Aku harap operasimu dapat berlangsung dengan sukses walau tanpa diriku.

Ingatlah bahwa aku akan slalu menjagamu meskipun ragaku tak bersamamu.. Kau juga harus slalu menepati janjimu untuk tidak akan menangis lagi ^^
Aku harap kau bisa mengerti.. aku merindukanmu… Saranghae..
 Kim Jeo Eun , FIGHTING !!!


Your Prince,
Kim Heechul

---------------------------------------------

Beberapa minggu kemudian…

Saat ini aku merasa bahwa akulah yeoja paling beruntung di dunia. Aku sudah sembuh. Aku sudah bisa menjalani aktivitas layaknya manusia normal. Aku boleh berlari  semauku, aku boleh makan apapun yang kusuka, aku bisa main basket tanpa takut lagi, umma juga sudah mendaftarkanku di sekolah formal, dan yang paling penting adalah umma-ku tak pernah menangis lagi. …..

Namun sayangnya, sampai saat ini aku belum pernah bertemu dengan heechul oppa lagi. Aku memang belum sempat pergi ke rumahnya. Ah, oppa aku sangat merindukanmu…


---------------------------------------------

Sudah bulat tekadku, hari ini aku akan mengunjungi rumah heechul oppa. Hari ini aku sengaja berdandan dan mengenakan sebuah gaun berwarna biru sapphire.
Aku ingin membuat sedikit kejutan untuk heechul oppa. Semoga ia menyukainya ^^


“ hmm apa betul ini rumahnya ? “   kulihat lagi kertas berisikan alamat heechul oppa yang diberikan dokter kibum. Dan menurut kertas itu, memang betul ini rumahnya.

“ waah, bagus sekali rumahnya.“   aku terperangah ketika melihat rumah bergaya minimalis yang sangat besar dengan halaman yang luas.
Kukumpulkan  seluruhkeberanianku umtuk memencet bel. Samar samar terdengar suara orang dari dalam rumah.

“ siapa di luar ? “
“ ini aku. Kim Jeo Eun imnida “
“ baiklah , tunggu sebentar …”

saat pintu dibuka seseorang yang sudah kukenal menyapaku. Wajahnya terlihat lusuh

“ ah senang bertemu denganmu lagi ahjumma” aku membungkukkan badanku
“ kau terlihat sangat manis dengan gaun itu jeo eun. “   ia tersenyum padaku
“ kamsahamnida ahjumma.. apakah heechul oppa ada dirumah ? “
awalnya dia sedikit terlonjak mendengar pertanyaanku.

“ tuan muda tidak ada di rumah. Mari ikut denganku, aku akan mengantarmu menemui tuan muda “   dia menggandeng lemah tanganku dan membimbingku menuju sebuah mobil yang akan membawa kami ke tempat heechul oppa berada.

Sepanjang perjalanan kami hanya saling diam. Aku merasa sangat canggung.

“ nah, kita sudah sampai. Ayo turun. “   ajaknya padaku
“ eh… ahjumma ini kan pemakaman ? “
“ kau akan mengerti semuanya nanti “  ia hanya tersenyum getir dan berjalan memimpin didepanku.

Pikiranku berkecamuk. Aku tak mengerti kenapa ahjumma membawaku ke tempat pemakaman. Apa mungkin heechul oppa sedang ziarah ke makam ibunya ? atau mungkin justru dia yang……… aaargh aku tak boleh berpikiran buruk !

--------------------------------------------


"kita sudah sampai . .  Dia disana..."

kita berhenti berjalan. Ahjumma menunjuk ke suatu arah. Aku menyipitkan mataku, dan berjalan mendekati sebuah makam yang dimaksud. Tapi  tetap saja tak kulihat heechul oppa disana. Apa maksud dari semua ini ?

Jantungku berdecak puluhan kali lebih kencang. Tubuhku terasa sangat lemas. Mataku memandang miris ke sebuah nisan yang bertuliskan “ Kim Heechul “. Hatiku tlah hancur tercabik-cabik.

“ INI TAK ADIL !! TUHAAAN, INI SUNGGUH TAK ADIL “   aku berteriak dan menangis sambil meukul mukul tanah di makam orang yang paling aku sayang.
“ Tuhan, apa maumu ? tak bisakah kau membiarkanku bahagia dengannya.. kenapa kau merahasiakannya dariku oppa ? kau jahaaat…”

“jeo eun ssi tenanglah… relakan dia. Dia memang lebih baik seperti ini. Sudah terlalu lama ia mnderita”   ahjuma mendekapku dan ikut menangis bersamaku

“ tapi aku takkan bisa hidup tanpanya. . . .”
“ tidak agasshi, dia slalu bersamamu.. dia ada di tubuhmu. Menyatu denganmu. Dia masih hidup bersamamu agasshi “

“ ahjumma, apa maksudmu ? “
“ di dialah yang telah mendonorkan ginjalnya padamu.. sebelum pergi ia berpesan padaku untuk memberikan ginjalnya padamu. Ia ingin kau tetap hidup dan bahagia “

TIDAK. Rasanya ini seperti sebuah tamparan yang sangat keras. Hatiku menjerit. Tangisku makin pecah.

“ aaaku tak bisa menerima ini oppa… aku tak bisaaaa !! “   aku menangis sembari memukul mukul perutku.

“ hentikan agasshi . HENTIKAN “  ahjumma membentakku

“ ia sangat menyayangimu. Ia ingin kau bisa bahagia. Jadi tolong kau jangan mengecewakannya . Ini.. dia menitipkan surat terakhirnya untukmu padaku. Baca dan tenanglah.. “


Dear, Nae yeoja…

Jeongmal mianhae nae yeoja…
Kuyakin kau sudah tau smua kebenarannya saat kau baca surat ini.  Mungkin aku memang telah membuatmu kecewa. Maafkan aku tak bisa tinggal disisimu lebih lama lagi. Aku sudah terlalu lelah menghadapi nasibku. Aku tak kuat lagi.
Mungkin benar yang kau katakan dulu, Bahwa sakit yang dihadapi saat kematian itu lebih singkat daripada sakit yang kuderita sepanjang umurku.
Sungguh, aku merasa lebih baik sekarang ^^ jadi, kau tak perlu mengkhawatirkanku lagi.

Tahukah kau… aku merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan yeoja sepertimu di akhir hidupku. Kau memberiku kebahagiaan yang slama ini kutunggu. Kaulah jawaban dari smua doaku. Jagalah dirimu baik-baik. Jagalah ginjalku di tubuhmu, aku menitipkannya padamu ^^. Aku senang bisa menolong orang lain yang aku cintai dan ini membuat diriku merasa sangat berarti.

Kau harus ingat janjiku bahwa aku akan slalu bersamamu, menjagamu selamanya.. saranghae…
Kim Jeo Eun, FIGHTING !! ^^

Your prince,
Kim Heechul

---------------------------------------------

Ini sudah sangat lama sejak kepergiannya. Tapi aku tetap tak bisa melupakannya. Ya, aku masih merasakan dia ada di sekitarku.. dia bersamaku, dia menepati janjinya. Aku slalu merasakan kehangatan menyergapku saat aku sedang sedih dan menangis. Dia slalu menjagaku, dimanapun aku berada dia slalu bersamaku. Itulah yang sangat kukagumi dari sosoknya. Dia selalu menepati janjinya.



Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS